Waspada, Terapkan 4 Tips Ini untuk Hindari Kebocoran Data Pribadi


Masyarakat Indonesia masih dihantui oleh peretasan data yang dilakukan oleh hacker. Beberapa jadi was-was untuk beraktivitas di dunia maya. Tidak perlu risau, sebenarnya kamu bisa menerapkan tips melindungi data pribadi ini.

Sebenarnya fenomena kebocoran data tidak hanya terjadi baru-baru ini. Media sosial Twitter pernah mengumumkan pada Agustus 2022 mengenai kemungkinan bocornya data penggunanya.

Fenomena kebocoran data yang akhir-akhir ini sering terjadi membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya keamanan data pribadi. Banyak yang mulai mencari tindakan preventif yang bisa dilakukan.

Dari Bisnis.compakar keamanan siber dan Presiden Direktur ITSEC Asia, Andri Hutama Putra, menegaskan bahwa isu keamanan data pribadi semakin krusial di tengah maraknya kejahatan siber.

Baca Juga: Menkominfo: Jaga Data Diri Sendiri. Apa Saja Fungsi NIK?

Tips Melindungi Data Pribadi

Suara-Pembaruan.com telah merangkum 4 tips melindungi data diri yang bisa kamu terapkan.

1. Jangan Sebar Data Diri untuk Konten

Tren di media sosial semakin beragam namun patut dipertanyakan keamanannya. Di tahun 2021-2022 sempat muncul tren media sosial yang menyebarkan data diri.

Bagi orang-orang yang tidak ingin ketinggalan pasti turut serta dalam tren ini. Namun, dengan mengikuti tren ini secara tidak sadar kamu sudah membagikan data pribadi kamu.

Data tersebut bisa disalahgunakan oleh orang yang melihat kontenmu. Jadi, daripada sekadar ikut konten yang membahayakan mulai sadar yuk dengan apa yang kita bagikan ke publik.

 

2. Gunakan Pengaturan Permisif pada Media Sosial

Sebagai pengguna media sosial kamu harus mengenali fitur-fitur dari aplikasi yang kamu pakai. Saat ini media sosial sudah dibekali dengan peningkatan fitur yang tujuannya untuk mengamankan data penggunanya.

Fitur tersebut dinamakan dengan pengaturan permisif, fitur yang mengatur hal-hal yang akan dibagikan melalui media sosial kamu. Jadi sebelum media sosial membagikan hal tertentu, aplikasi tersebut akan meminta izin darimu.

Kamu dapat memilih untuk membagikannya atau tidak. Jadi data kamu tidak otomatis dibagikan ke orang lain, apalagi data penting seperti kontak, galeri, kata sandi, dan lainnya.

 

3. Ganti Kata Sandi Email Berkala

Kata sandi email adalah salah satu data yang riskan. Apalagi email digunakan setiap hari dalam banyak urusan. Biasanya email juga terhubung dengan aplikasi lainnya.

Itu menyebabkan email menjadi sasaran untuk kejahatan siber. Mengganti kata sandi email secara berkala dapat menjadi tindakan preventif untuk kejahatan siber yang melalui email.

 

4. Gunakan Email yang Berbeda

Selain mengganti kata sandi secara berkala, tindakan preventif yang bisa juga kamu lakukan adalah degan menggunakan email yang berbeda untuk keperluan berbeda.

Kamu bisa menggunakan email yang berbeda untuk keperluan hiburan seperti media sosial dan hal penting seperti perbankan. Biasanya email media sosial tercantum secara jelas. Jadi ketika kamu tidak beruntung mendapat kejahatan siber, data perbankanmu tetap aman.

Tindakan preventif ini bisa kamu terapkan segera untuk menghindari peretasan data yang semakin marak. Yuk, jaga data pribadi kita masing-masing!

Baca Juga: ATM Chip Rawan Dibobol, Kenapa?

Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.

pengarang: syafira





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.