Xiaomi dan Oppo Berlomba Kembangkan Teknologi Pendinginan, Siapa Lebih Unggul?

  • Whatsapp


Jakarta, Selular.ID – Seiring dengan luasnya penggunaan smartphone, teknologi pendinginan saat ini menjadi krusial. Dengan penggunaan yang terbilang intens, terutama untuk bermain game, pengguna memerlukan ponsel cerdas yang tidak mudah panas. Alhasil, vendor-vendor papan atas kini berlomba mengembangkan teknologi pendinginan demi kenyamanan pengguna.

Bacaan Lainnya

Xiaomi misalnya, mengungkapkan apa yang disebutnya sebagai terobosan besar dalam teknologi pendinginan untuk smartphone, dengan rencana untuk memperkenalkan sistem Loop LiquidCool ke dalam handset pada paruh kedua 2022.

Dalam sebuah pernyataan, vendor mengatakan teknologi pembuangan panas, yang terinspirasi oleh teknik yang digunakan dalam industri kedirgantaraan, memisahkan sirkulasi udara panas dan cairan pendingin, sekaligus mencegah aliran panas mundur.

Dibandingkan dengan opsi vapor chamber (VP) atau ruang uap konvensional, teknologi tersebut memiliki kemampuan pendinginan dua kali lipat, menjadikannya sistem pendingin smartphone paling efisien yang tersedia.

Selama tes pengujian 30 menit menggunakan handset Xiaomi Mix 4 khusus, dengan VC asli diganti dengan modul Loop LiquidCool, perusahaan mengatakan suhu perangkat tetap di bawah level maksimum 47,7℃ dan prosesornya 8,6℃ lebih rendah dari standar sistem pendingin.

Vendor yang berbasis di Beijing itu, menjelaskan bahwa meskipun sistem generasi berikutnya menggunakan metode yang sama dengan pendinginan cairan CV, faktor bentuk baru memberikan peningkatan efisiensi yang signifikan.

Pernyataan itu selanjutnya mengatakan karena sistem VC konvensional tidak memiliki saluran terpisah untuk gas dan cairan, gas panas dan cairan dingin bercampur dan menghalangi satu sama lain, terutama di bawah beban kerja yang tinggi.

“Pompa berbentuk cincin memiliki desain pipa gas khusus, yang mengurangi hambatan saluran udara hingga 30 persen. Dengan memungkinkan aliran uap yang lebih lancar, kapasitas perpindahan panas maksimum meningkat hingga 100 persen.”

Sebagai vendor smartphone terbesar kedua di dunia, Xiaomi belakangan semakin rajin mengembangkan teknologi baru. Pada September lalu, perusahaan yang didirikan oleh Lei Jun itu, memperkenalkan smartphone kelas menengah 11T Pro, dilengkapi teknologi yang dapat mengisi penuh perangkat dalam waktu 17 menit saja.

Selain Xiaomi, Oppo juga dikenal sebagai vendor yang rajin mengembangkan teknologi pendingin. Saat memperkenalkan varian Reno5 F pada April 2021, Oppo memperkenalkan teknologi Multi-Cooling System.

Teknologi pendingin ini mampu meningkatkan efisiensi pembuangan panas sebesar 30% akibat penggunaan aplikasi berat dalam waktu lama. Teknologi di Oppo Reno5 F tersebut mampu membaca dan menganalisis data dari sensor suhu yang terletak pada bagian dalam, lalu menggunakannya untuk memperkirakan suhu penutup belakang ponsel hingga 1,5 derajat Celcius.

Oppo Reno5 F juga memiliki pengontrol suhu pintar yang dapat menyeimbangkannya dengan kinerja ponsel berdasarkan skenario penggunaan ponsel sehari-harinya. Fitur Multi-Cooling System memiliki peran yang cukup besar untuk menjaga suhu tetap stabil ketika game dijalankan dalam waktu yang lama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *