Saham  

Yuk, Intip Manfaat dan Risiko Saham



Investasi saham jadi salah satu cara untuk kamu yang mau punya pendapatan pasif. Agar kamu enggak cuma FOMO alias ikut-ikutan, yuk intip dulu manfaat dan risiko saham.

Tercatat, sejak tahun 1602, perdagangan saham di bursa pertama di dunia telah dimulai. Perdagangan saham tersebut terjadi di Amsterdam Stock Exchange yang didirikan oleh Verenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Di Indonesia, perdagangan saham dimulai melalui bursa efek yang dibentuk VOC di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1912. Dilansir dari laman BEI, walau sempat vakum karena perang dunia I dan II serta kemerdekaan Indonesia, bursa tersebut kemudian diaktifkan kembali oleh pemerintah Indonesia di tahun 1977.

Melihat sejarah singkat tentang bursa saham tersebut, saham sebagai salah satu instrumen investasi yang selalu menarik perhatian, dinilai sangat menguntungkan. Walau, ada pula yang masih penasaran, tapi ragu karena saham dinilai berisiko dan kurangnya informasi mengenai apa itu saham.

Manfaat Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa pada dasarnya terdapat dua manfaat jika kita membeli atau memiliki saham.

Pertama, kita akan memiliki dividen atau pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan (emiten), baik dalam bentuk dividen tunai maupun dividen saham. Dividen tersebut diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Namun, untuk mendapatkannya, pemodal harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama hingga kepemilikan saham berada dalam masa dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen tersebut.

Baca juga: Gimana Cara Menemukan Saham Terbaik Berdasarkan Dividennya?

Selain dividen, saham juga menguntungkan karena memberikan keuntungan dalam bentuk uang atau hasil dari selisih antara harga beli dan harga jual suatu saham.

Manfaat Saham Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui lamannya, juga mengatakan bahwa saham membawa sejumlah manfaat lainnya seperti dapat mengimbangi inflasi, membawa pendapatan pasifdan dapat berkontribusi dalam membantu perekonomian Indonesia.

Dalam investasi saham, jika berinvestasi pada saham yang tepat dan sudah lebih dari 5 tahun, return atau hasil investasi yang didapat akan lebih terasa.

 

Risiko Stok

Lalu bagaimana dengan risikonya?

Setiap instrumen investasi tentunya memiliki risikonya masing-masing, tak terkecuali saham. BEI mencatat bahwa saham memiliki risiko seperti kerugian modal dan likuidasi.

Kebalikan dari capital gain, capital loss justru terjadi ketika investor menjual saham lebih rendah dari harga beli yang tentunya akan membawa kerugian.

Bahkan, ada risiko likuidasi yang bisa saja terjadi. Likuidasi adalah situasi dimana adanya pembubaran perusahaan sebagai badan hukum, yang mana meliputi kegiatan pembayaran kewajiban ke para kreditor dan pembagian harta ke pemegang saham.

Di sini, kita sebagai investor tentu sangat dirugikan karena hak atas klaim sebagai pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan tersebut terlunasi.

Risiko Saham Ilustrasi Suara-Pembaruan.com - Image: Canva

Risiko Saham Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Enggak berhenti sampai di sana, kemungkinan pemegang saham memperoleh hasil penjualan kekayaan perusahaan tergantung dari ada atau tidaknya sisa penjualan tersebut.

Adapun, sebenarnya dalam aktivitas perdagangan saham, setiap hari harga-harga saham mengalami kenaikan maupun penurunan.

Hal itu disebabkan oleh permintaan dan penawaran atas saham tersebut yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kinerja perusahaan, kebijakan ekonomi, hingga keadaan sosial dan politik.

Makanya, kamu jangan kaget ya, jika saham yang kamu miliki harganya turun!

Baca juga: Floating Profit VS Floating Loss Saham, Mana yang Lebih Susah Ditahan?

Wah, cukup menantang juga ya berinvestasi saham. Namun jangan khawatir, tidak ada salahnya untuk mencoba investasi saham, lho.

Untuk mengurangi risiko yang ada, penting nih memantau dan mengikuti kinerja serta perkembangan emiten yang sahamnya kita miliki. Yuk, tambah pengalaman baru dengan investasi saham!

Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.