Hotline Redaksi: 0817-21-7070 (WA/Telegram)
{ "symbols": [ { "description": "", "proName": "IDX:TLKM" }, { "description": "", "proName": "IDX:BBRI" }, { "description": "", "proName": "IDX:BRIS" }, { "description": "", "proName": "IDX:BBNI" }, { "description": "", "proName": "AMEX:INDO" }, { "description": "", "proName": "IDX:ADRO" }, { "description": "", "proName": "FX_IDC:USDIDR" }, { "description": "", "proName": "IDX:JPFA" }, { "description": "", "proName": "IDX:INCO" }, { "description": "", "proName": "FX_IDC:IDRCAX" } ], "showSymbolLogo": true, "isTransparent": true, "displayMode": "adaptive", "colorTheme": "light", "locale": "id" }
Berita

Garuda Astacita Nusantara Rayakan HUT 1 Tahun, Bentuk LBH Dipimpin Yuspan Zalukhu

×

Garuda Astacita Nusantara Rayakan HUT 1 Tahun, Bentuk LBH Dipimpin Yuspan Zalukhu

Sebarkan artikel ini
Garuda Astacita Nusantara Rayakan HUT 1 Tahun, Bentuk LBH Dipimpin Yuspan Zalukhu

Suara-Pembaruan.comGaruda Astacita Nusantara Dirikan LBH Garuda Adil Nasional Dipimpin Yuspan Zalukhu

Organisasi Massa Garuda Astacita Nusantara (GAN) mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bernama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Garuda Adil Nasional (GAN).

LBH yang didirikan 21 Oktober 2025 silam, dipimpin Direkturnya Dr Yuspan Zalukhu, SH MH.

Meski baru berdiri 3 bulan, LBH GAN langsung gerak cepat membantu masyarakat dalam mencari keadilan.

LBH GAN menangani kasus class action membantu pendampingan hukum pada kelompok masyarakat pengguna telepon seluler dari operator PT Telkom Indonesia Persero (Telkomsel dan Indihome).

LBH GAN juga mendampingi hukum bagi kelompok masyarakat pengguna telepon seluler dari operator PT Indosat.

Kemudian mewakili kelompok masyarakat pengguna telepon seluler dari operator XLSmart Telecom Sejahtera (XL Smart)

Masyarakat pengguna telepon seluler melayangkan gugatan class action ke pengadilan kepada ketiga perusahaan operator seluler dan pemerintah dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Mereka digugat karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum yakni memberlakukan sistem dan kebijakan masa aktif kuota yang menyebabkan sisa kuota internet hangus tanpa kompensasi atau perpanjangan manfaat bagi pengguna,” ujar Yuspan Zalukhu dalam keterangannya di Jakarta.

“Karena hal ini merupakan praktek yang bertentangan dengan hukum, keadilan dan prinsip perlindungan konsumen,” tegasnya.

Selain itu penghapusan kuota internet menimbulkan kerugian masyarakat pengguna telepon seluler dari ketiga operator besar tersebut.

Yang jika ditotal kerugiannya mencapai Rp63 triliun per tahun. “Hal ini mencerminkan kelalaian negara dalam melindungi kepentingan publik di sektor digital,” papar Yuspan.

Gugatan class action meminta Pengadilan mengabulkan gugatannya yakni adanya kebijakan kuota tidak hangus tanpa kompensasi. Kemudian adanya mekanisme roll over atau sistem perpanjangan otomatis. Dan transparansi sistem pemotongan kuota.

“Ini action perdana LBH GAN untuk membantu masyarakat yang hak-haknya dihapus sepihak,” kata Yuspan.

Sidang perdana sudah dilaksanakan rabu tgl 10 Desember lalu.

Puncak HUT Pertama GAN Tegaskan Komitmen Gerakan Sosial Berbasis Asta Cita‎

Garuda Astacita Nusantara (GAN) resmi menggelar Puncak Peringatan HUT ke-1 Sekaligus Seminar Nasional di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).

Acara ini menjadi momentum refleksi setahun perjalanan organisasi tersebut dalam mengawal visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Acara ini berkembang lebih dari sekadar seremoni perayaan. Forum ini bertransformasi menjadi panggung konsolidasi strategis antara pemerintah dan masyarakat sipil untuk memastikan visi “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto—terutama terkait kemandirian pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia—berjalan sesuai rel.

Peringatan ulang tahun pertama Garuda Astacita Nusantara (GAN) tidak dirayakan dengan kemewahan, melainkan dengan penegasan komitmen serius: menjaga masa depan anak bangsa melalui jaminan pangan.

​Organisasi ini menyadari bahwa visi besar “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto—khususnya terkait kemandirian bangsa—dimulai dari hal yang paling mendasar: apa yang dimakan oleh rakyatnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP GAN, Dr (C) Muh. Burhanuddin, Sekretaris Jenderal DPP GAN, Erlambang Trisakti, serta narasumber dalam acara Seminar Nasional, Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, (Tokoh Nasional).

Hadir juga Ketua Dewan Pembina DPP GAN, Sudaryono (Wamen Pertanian), Hariqo Satria Wibawa (Bakom Pemerintah RI); M. Akbar Djohan (Ketua Umum DPP ALFI); Muhammad Sabri (Direktur PKPIP – BPIP); Mayjen TNI Rionardo (Staf Ahli Menhan); Budi Arwan, S.STP., M.Si (Direktur Ormas – Kemendagri). ‎

Ketua Umum GAN, Muh. Burhanuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa satu tahun perjalanan GAN bukanlah sekadar selebrasi seremonial, tetapi merupakan bukti nyata transformasi dukungan politik menjadi gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. ‎

‎“Peringatan satu tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembuktian bahwa dukungan politik dapat dikonversi menjadi gerakan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegas Burhanuddin.

Dari Doktrin Asta Cita Menuju Implementasi Lapangan ‎

‎Sejak disahkan secara legal pada 6 Desember 2024, GAN menegaskan diri sebagai organisasi yang tidak ingin pasif setelah momentum pemilu selesai.

Asta Cita Presiden Prabowo—yang mencakup delapan misi utama mulai dari ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, penguatan pertahanan, hingga pemerataan pembangunan—dijadikan cetak biru operasional organisasi. ‎

‎Burhanuddin menegaskan bahwa tahun pertama GAN dipusatkan pada upaya memastikan bahwa janji kampanye tidak berhenti sebagai slogan.

Komitmen ini terlihat dari langkah konkret pada Januari 2025, ketika GAN langsung turun ke lapangan mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 26 provinsi. ‎ ‎

Sementara banyak pihak masih berkutat dalam pengkajian konsep, GAN justru memilih terjun langsung untuk memastikan program tersebut berjalan pada tingkat akar rumput. ‎

​Di tengah tantangan bencana alam dan kebutuhan mendesak perbaikan gizi nasional, GAN menegaskan posisinya bukan sekadar pengamat, melainkan eksekutor lapangan yang siap mengawal kebijakan hingga ke akar rumput.

​Transformasi Gerakan: Dari Wacana ke Eksekusi di 26 Provinsi

​Ketua Umum GAN, Muh. Burhanuddin, menegaskan bahwa tahun pertama organisasi ini adalah momentum pembuktian. Tidak ingin terjebak dalam retorika dukungan politik semata, GAN telah mengambil langkah taktis dengan terjun langsung ke 26 provinsi di Indonesia.

Misi utamanya spesifik: mengawal implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​“Peringatan ini adalah titik balik untuk menyatukan potensi. Pak Prabowo sebagai putra terbaik bangsa tidak bisa bekerja dalam ruang hampa atau sendirian.”

“Beliau membutuhkan support system yang solid dari seluruh elemen, termasuk ormas, untuk memastikan program sampai ke masyarakat,” ujar Burhanuddin disela acara.

​Langkah GAN ini dinilai krusial mengingat MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan operasi logistik dan sosial raksasa yang membutuhkan pengawasan ketat agar tepat sasaran.

​“Satu tahun ini adalah momentum penyatuan potensi. Kami menyadari Pak Prabowo tidak bisa berjalan sendirian. Beliau butuh kaki-kaki yang kuat di daerah untuk memastikan program ini berjalan,” tegas Burhanuddin.

Langkah GAN ini menjadi bukti bahwa partisipasi publik (civil society) adalah elemen vital dalam eksekusi kebijakan negara.

‎Ekspansi Struktural dan Konsolidasi Daerah ‎ ‎

Salah satu keberhasilan signifikan GAN selama satu tahun adalah kemampuan berkembang secara cepat melalui pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Bagi GAN, pembangunan yang merata tidak dapat hanya digerakkan dari Jakarta, sehingga penguatan struktur daerah menjadi prioritas awal. ‎ ‎Contoh paling mencolok hadir dari Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di bawah kepemimpinan Sugianto Wahid, DPW GAN Sulsel berhasil mempertemukan pemerintah daerah dan masyarakat melalui dialog publik bertajuk “Mengawal Asta Cita Presiden”.

Kegiatan ini menjadi ruang aspirasi yang memperkuat pemahaman publik terhadap agenda pembangunan nasional sekaligus memastikan partisipasi masyarakat secara aktif. ‎

‎GAN Tegaskan Komitmen untuk Tahun Kedua ‎ ‎Puncak HUT pertama ini menjadi panggung evaluasi dan konsolidasi organisasi untuk menghadapi babak baru di tahun kedua.

Burhanuddin menegaskan bahwa GAN akan terus memperluas kerja nyata di berbagai sektor, termasuk pendidikan politik publik, penguatan ekonomi masyarakat, dan pendampingan implementasi program strategis pemerintah. ‎

‎Acara ditutup dengan penegasan bahwa GAN akan tetap menjadi gerakan yang independen, kritis, sekaligus konstruktif dalam mengawal Asta Cita demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan merata.

 

#STRUKTUR YLBH GAN

I. Pendiri:
Dr. (C) Muh. Burhanuddin, S.H., M.H.
Erlambang Trisakti, S.H.
Uus Ali Husni
Dr. Yuspan Zalukhu, S.H., M.H.

II. Dewan Penasihat
Ronaldy Dhubian, S.E., M.M.
H. Supratman, S.E., M.H.
Herman Rach Solichin
M. Firdaus Mappaturung, S.H.

III. Pembina
Dr. (C) Muh. Burhanuddin, S.H., M.H.
Erlambang Trisakti, S.H.
Uus Ali Husni

IV. Pengawas
Ketua
Dr. Moch. Anwar, S.H., M.H.
Anggota
Dr. Ali Hanafiah, S.H., M.H.
Anggota
Jelani Christo, S.H., M.H.

V. Pengurus
A. Pengurus Harian
Ketua
Dr. Yuspan Zalukhu, S.H., M.H.
Wakil Ketua
Lukman Hakim, S.H., M.H.

Sekretaris
Dr. (C) Iwan Candra Sinyem, S.H., M.H.

Wakil Sekretaris
Irfan Fadhly Lubis, S.H.

Bendahara
Evelinda Indra Putri, S.H.

B. Bidang-Bidang
1. Kepala Bidang Nonlitigasi
Dr. (C) Ivan Pattiwangi, S.H., M.H.

Anggota:
Alex Ferguson Malau, S.H.
Erwin Faisal, S.H.
Samsur Rijal, S.H., M.H.
A. Suardi, S.H., M.H., C.Med.
Hamka, S.H.
M. Fajrin, S.H.
Ridwan, S.H.
Erri Tjakradirana, S.H., M.H.
Hamdalla Gautama Putra, S.H.
Ihsan Busri, S.H., M.H.

2. Kepala Bidang Litigasi
Muhammad Nurul Fataa, S.H.

Anggota:
Nofrizal, S.Kom., S.H.
Suaib Ubrusun, S.H.
Yogi Pajar Suprayogi, A.Md., S.H., M.H.
Doly P. Daely, S.H.
M. Solihin, S.H., M.H.

3. Kepala Bidang Humas
Irfani Rachman