21 Gejala Penyakit Rabies, Jangan Sampai Abai

  • Whatsapp
21 Gejala Penyakit Rabies, Jangan Sampai Abai


Penyakit rabies merupakan penyakit infeksi virus yang umumnya ditularkan melalui air liur hewan terinfeksi melalui gigitan.

Bacaan Lainnya

Selama ini masyarakat lebih  mengenalnya sebagai penyakit ‘anjing gila’ karena umumnya ditularkan oleh anjing liar. Akan tetapi, hewan lain seperti serigala, kelelawar, rakun, sigung, dan lainnya juga dapat menularkannya.

Gejala Penyakit Rabies

Agar dapat menimbulkan gejala, virus penyebab rabies harus ‘berjalan’ di dalam tubuh menuju otak. Periode dari waktu terpapar (melalui gigitan atau paparan lain) hingga munculnya gejala disebut dengan periode inkubasi.

Durasi periode inkubasi ini bervariasi tergantung sejauh mana lokasi gigitan dari otak, jenis virus rabies yang menginfeksi, dan kekebalan tubuh yang ada. 

Pada sebagian besar kasus, gejala muncul bertahap dan mulai tampak 4-12 minggu setelah terinfeksi. Gejala awal rabies berikut mirip dengan flu sehingga orang yang terinfeksi mungkin sulit membedakannya. 

1. Badan lemas

2. Demam

3. Sakit kepala

4. Sakit pada bekas gigitan

5. Sensasi tertusuk, kesemutan, kedutan, atau gatal pada lokasi gigitan

Gejala-gejala ini dapat berlangsung hingga beberapa hari. 

Setelah meninggalkan area gigitan, virus bergerak naik melalui saraf terdekat menuju ke otak dan menimbulkan gejala lanjutan seperti:

rabies

6. Mual dan muntah

7. Kecemasan

8. Kebingungan

9. Gelisah, agresif, mudah marah

10. Halusinasi

11. Pergerakan berlebihan

12. Kejang

13. Perilaku tidak biasa dan hiperaktif

14. Hidrofobia (takut air)

15. Pemikiran yang tidak wajar atau aneh

16. Insomnia.

17. Produksi air liur dan air mata berlebih

18. Kesulitan menelan

19. Kelemahan hingga kelumpuhan anggota tubuh

20. Sulit berbicara

21. Sensitif terhadap cahaya terang, suara, atau sentuhan

Gejala-gejala tersebut menandakan kemunculan periode akut penyakit, yang berlangsung antara 2-10 hari. Bila gejala-gejala di atas muncul, penyakit rabies hampir selalu bersifat fatal. 

Penyebab Penyakit Rabies

Infeksi rabies disebabkan oleh virus rabies yang menyebar melalui air liur hewan terinfeksi. Hewan yang terinfeksi dapat menularkannya dengan menggigit hewan lain atau manusia. Cakaran hewan yang terinfeksi rabies juga berbahaya karena hewan-hewan tersebut menjilati cakarnya.

Pada kasus yang jarang, rabies dapat ditularkan ketika luka terbuka pada kulit atau selaput lendir—seperti pada mulut dan mata—terpapar air liur hewan terinfeksi.

Selain anjing, beberapa hewan berikut juga dapat menularkan virus rabies ke manusia:

  • Hewan peliharaan dan ternak seperti kucing, sapi, musang, kambing, dan kuda.
  • Hewan liar seperti kelelawar, berang-berang, rubah, monyet, rakun, dan sigung.

Ketika seseorang tergigit atau tercakar oleh hewan terinfeksi, virus rabies akan masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Ketika mencapai otak, virus berkembang biak dengan cepat sehingga menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang. Kondisi inilah yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

Faktor-faktor yang meningkatkan terinfeksi rabies, yakni:

  • Sering melakukan aktivitas berkemah atau di alam liar, seperti mendaki gunung atau menjelajah hutan. 
  • Tinggal atau bepergian ke wilayah endemis rabies, memiliki sanitasi yang buruk, banyak hewan liar, dan jauh dari tempat vaksinasi/imunisasi.

Cara Mengobati Rabies

Pertolongan pertama saat tergigit atau tercakar hewan, yakni segera cuci bersih luka dengan sabun dan air mengalir.

21 Gejala Penyakit Rabies, Jangan Sampai Abai

Selanjutnya, karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah hewan tersebut menularkan rabies, individu perlu segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan agar virus rabies tidak menimbulkan penyakit.

Pada dasarnya, ketika infeksi rabies sudah terjadi, tidak ada pengobatan yang efektif. Atas dasar inilah, individu perlu mendapatkan postexposure prophylaxis (PEP) sesegera mungkin setelah tergigit atau tercakar hewan yang diduga terinfeksi rabies. PEP terdiri dari:

  • Suntikan human rabies immune globulin (HRIG) untuk menetralkan virus dalam waktu cepat sehingga tidak menginfeksi tubuh.
  • Vaksinasi rabies serial agar tubuh mampu mengenali virus penyebab dan memiliki kekebalan untuk melawan virus. Vaksin diberikan sebanyak 4 dosis dalam waktu 14 hari. Vaksin pertama disuntikkan pada hari terpapar rabies, yakni saat tergigit, selanjutnya pada hari ke-3, 7, dan 14. 

Cara Mencegah Rabies

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, rabies adalah penyakit yang fatal namun sangat bisa dicegah. Pencegahan dapat dilakukan dengan mendapatkan vaksinasi rabies. Khususnya, pada individu-individu yang berisiko tinggi seperti dokter hewan, pawang hewan, serta pekerja laboratorium dan kesehatan yang berpotensi terpapar virus rabies. Individu yang aktivitasnya banyak berkontakan dengan hewan yang dapat membawa virus rabies atau akan bepergian ke negara endemis rabies juga perlu mendapatkan vaksinasi.

Vaksinasi yang dilakukan sebelum terpapar rabies terdiri dari 3 dosis:

  • Dosis pertama.
  • Dosis kedua diberikan 7 hari setelah dosis pertama.
  • Dosis ketiga diberikan 21 atau 28 hari setelah dosis pertama.

Di samping itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah rabies, terutama bila individu memiliki hewan peliharaan:

  • Vaksinasi rabies semua hewan peliharaan.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan berkeliaran di luar rumah tanpa pengawasan.
  • Laporkan hewan liar ke lembaga yang terkait.
  • Kubur setidaknya sedalam 1 meter atau membakar hewan yang mati karena rabies.
  • Hindari kontak langsung dengan hewan liar.

Semoga informasi terkait penyakit rabies ini bermanfaat, ya, Parents.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *