5 Alat Pilihan untuk Reheat Makanan  

Suara-pembaruan.com — Makanan yang sudah dingin biasanya mengalami penurunan cita rasa atau dapat juga menurunkan selera makan sehingga menghangatkannya kembali bisa menjadi pilihan yang tepat.

Agar rasa makanan kembali seperti semula, Anda bisa menghangatkan kembali makanan tersebut.  Ada 5 pilihan alat yang bisa digunakan, yaitu:

Wajan

Setiap rumah tangga pasti memiliki alat memasak satu ini karena bisa digunakan untuk menggoreng, merebus, menumis, dan reheat makanan.

Apa saja kelebihannya?

  • Harganya terjangkau, mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu.
  • Tersedia banyak pilihan ukuran, model, dan bahan, seperti alumunium, besi, baja, dan carbon steel.

Kekurangannya?

  • Alat ini tidak bisa ditinggal saat menggunakannya karena makanan bisa gosong atau mentah di bagian dalam.
  • Ada kemungkinan untuk kecipratan minyak goreng jika tidak hati-hati saat menggunakan wajan.
  • Untuk wajan yang berbahan alumunium, jenis ini bisa cepat berkerak dan bolong jika pemakaiannya sembarangan dan jarang dibersihkan.

Rice cooker

Rice cooker umumnya digunakan untuk memasak nasi. Di luar fungsi utamanya, alat yang biasa disebut magic com ini juga bisa digunakan untuk memanaskan makanan. Hanya perlu memasukan makanan ke dalam panci yang sudah tersedia, tutup, dan kemudian tekan tombol warm. Tunggu sekitar 10-15 menit dan makanan siap dihidangkan.

Pro:

  • Praktis baik untuk menanak nasi maupun memanaskan makanan.
  • Hemat waktu karena cuma butuh waktu belasan menit untuk memasak nasi atau reheat
  • Tidak perlu diawasi atau bisa ditinggal sambil mengerjakan pekerjaan lain.
  • Umumnya, alat masak ini dimiliki oleh setiap rumah tangga.
  • Harganya bervariasi mulai dari 200 ribuan

Con:

  • Boros listrik karena untuk menanak dibutuhkan daya sekitar 300 watt lebih dan untuk memanaskan dibutuhkan daya sekitar 65 watt. Bayangkan jika rice cooker digunakan untuk mamanaskan nasi selama 8 jam setiap harinya dan dikalikan 1 bulan, maka pemakaian listrik adalah 65 watt x 8 jam x 30 hari = 15,6 Kwh per bulan. Jika meteran yang digunakan adalah golongan R-1/Tegangan Rendah (TR) daya 900 VA, biaya yang perlu dikeluarkan per bulan untuk memanaskan makanan saja adalah 15,6 Kwh x Rp 1.352 = Rp. 21.091,2.
  • Dibutuhkan perawatan ekstra di bagian pancinya karena jika jarang dibersihkan, panci akan mengelupas. Selain itu, menurut sejumlah penelitian jika nasi bercampur dengan panci yang sudah terkelupas dan kemudian dikonsumsi, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

Microwave

Alat yang ditemukan oleh Percy LeBaron Spencer ini mulai diperkenalkan ke masyarakat Amerika di akhir masa perang dunia ke II dan dipatenkan di tahun 1945.

Alat yang dulunya punya tinggi 1,7 meter, berbobot 340 kg, dan dibanderol dengan harga 5.000 dollar ini kini punya desain, fungsi, dan harga yang beragam sehingga microwave pun sudah dimiliki oleh banyak orang.

Alat masak yang populer dan modern ini punya banyak fungsi, seperti membuat kue, memanaskan kembali makanan, merebus air, dan lain sebagainya.

Adapun kelebihan microwave adalah:

  • Bisa atur timer dan waktu sehingga tidak perlu memeriksa makanan terus menerus atau merasa takut makanan gosong.
  • Meminimalisir hilangnya nutrisi makanan saat memasak maupun memanaskan.
  • Memasak atau memanaskan makanan bisa dilakukan dalam waktu singkat karena panas benar-benar meresap ke dalam makanan. Contoh, jika ingin memanaskan makanan, hanya perlu mengatur timernya menjadi 2-3 menit dan makanan pun akan kembali hangat.

Meskipun terbilang fungsional dan mempermudah kegiatan masak memasak, alat ini juga punya kekurangan, yaitu:

  • Harganya mahal karena di pasaran baik itu offline maupun online, alat ini dijual dengan harga di atas 1 juta rupiah.
  • Tidak semua wadah plastik bisa dimasukkan ke dalam alat ini, hanya yang ada tulisan microwave safe saja yang bisa.
  • Boros listrik karena daya yang dibutuhkan alat ini untuk berfungsi optimal adalah 1.000 watt.
  • Tidak bisa memasak atau memanaskan makanan dalam jumlah banyak karena kapasitasnya yang terbatas.

Oven

Ada 3 jenis oven yang bisa dipakai untuk memanaskan makanan, yaitu oven tangkring, listrik, dan gas. Sesuai namanya, oven tangkring bisa digunakan dengan meletakkannya di atas bara api atau kompor. Sedangkan oven listrik dan gas menggunakan tenaga listrik dan gas elpiji untuk bisa digunakan.

Apa saja kelebihan dari 3 jenis oven ini secara keseluruhan?

  • Kapasitasnya cukup besar jadi bisa digunakan untuk memanaskan beberapa jenis masakan sekaligus.
  • Ada pengaturan waktu dan suhu sehingga memanaskan makanan menjadi lebih gampang dan hemat waktu.

Lalu, apa kekurangannya?

  • Tidak semua orang punya/suka menggunakan oven.
  • Untuk oven listrik, daya listrik yang terpakai jelas cukup besar, yaitu minimal 400 watt. Ini berarti bahwa tagihan listrik akan membengkak jika sering digunakan.
  • Tidak pas jika hanya digunakan untuk memanaskan satu jenis makanan saja, hanya buang-buang bahan bakar atau listrik.
  • Harganya mahal, terutama oven gas yang dipatok dengan harga di atas 750 ribu rupiah.

Airfryer

Airfryer tidak hanya berfungsi untuk menggoreng, memanggang, dan membakar makanan, seperti kentang, ikan, ayam, dan lain-lain tetapi juga untuk memanaskan berbagai jenis makanan. Bagaimana cara menggunakannya untuk memanaskan makanan?

Contoh, untuk memanaskan fried chicken, tinggal masukan ayam ke dalam wadah dan setel suhunya sekitar 180 – 200 derajat celcius dan timernya kurang lebih 5 – 10 menit.

Kelebihan menggunakan alat ini adalah:

  • Bisa atur timer dan suhu dengan mudah sesuai resep.
  • Minyak pada gorengan yang dipanaskan akan keluar jadi gorengan akan menjadi rendah lemak. Ini tentu cukup membantu bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.
  • Mengurangi resiko terkena penyakit, seperti kanker karena penggunaan minyak yang sedikit

Sementara itu, kekurangannya adalah:

  • Airfryer dijual dengan harga yang terbilang mahal, yaitu di atas 800 ribuan.
  • Untuk baking pan dijual terpisah dan harganya lumayan mahal, yaitu 200-300 ribuan.
  • Daya listrik yang digunakan tergolong besar, minimal 1.000 watt.

Oya, reheat suatu makanan itu sebaiknya jangan dilakukan berkali-kali guna menjaga kualitas rasa dan kandungan nutrisi di dalam makanan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.