Batas Waktu Melaksanakan Shalat Tahajud Menurut Syariat Islam

  • Whatsapp
Batas Waktu Melaksanakan Shalat Tahajud Menurut Syariat Islam


Shalat tahajud merupakan ibadah sunah yang dikerjakan pada malam hari. Afdalnya, tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Lantas, adakah waktu atau batas waktu shalat tahajud? 

Bacaan Lainnya

Batas Waktu Shalat Tahajud Menurut Syariat Islam

Secara etimologi, kata tahajud berasal dari kata al-Hujud, yang berarti bangun dari tidur pada malam hari. Sedangkan menurut definisi Islam, shalat tahajud artinya shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari dan dilaksanakan setelah tidur lebih dahulu. Meskipun waktu tidurnya hanya sebentar.

Salah satu ayat yang menjelaskan tentang pelaksanaan shalat tahajud yaitu Surat Al Isra ayat 79, yang berbunyi:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya:

“Dan pada sebagian waktu malam itu gunakan untuk salat tahajud, sebagai salat sunnah untuk dirimu, mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik.” (Q.s. Al Isra: 79)

Shalat sunah tahajud afdalnya dilaksanakan setelah Anda terjaga dari tidur malam atau lebih baik tidur terlebih dahulu dan dilaksanakan pada sepertiga malam. Namun, tak banyak yang paham, ada beberapa kategori sepertiga malam itu. Seperti dijelaskan dalam Al-Quran dan Sunnah.

Selain itu, ada juga batasan waktu dalam pelaksanaannya. Nah, inilah waktu yang dianjurkan untuk menjalankan shalat tahajud serta batasan waktunya.

Artikel terkait: Doa Ramadan Hari ke-14, Jangan Lupa Dibaca, Parents!

Batasan Waktu Melaksanakan Shalat Tahajud

Abu Muslim berkata kepada sahabatnya Abu Dzar, “Pada waktu apakah yang lebih utama kita melaksanakan shalat malam?” Abu Dzar menjawab, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah SAW. Sebagaimana yang telah engkau tanyakan kepadaku ini.” Beliau bersabda, “Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Pada hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan di dunia maupun di akhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” (HR Muslim)

Penjelasan Hadis tentang Waktu Shalat Tahajud

Shalat malam (Lail) yang paling baik dan utama adalah shalat yang dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Sebab pada waktu tersebut doa-doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini merujuk pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Allah SWT turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Dia lalu berfirman, siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kemudia Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Imam Muslim:

“Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW ditanya: Apakah shalat yang lebih utama selain dari shalat fardu yang lima waktu? Beliau menjawab Shalat tengah malam.” (HR Muslim)

Sebuah riwayat lain juga menyebutkan bahwa sahabat yang bernama Abdullah bin Salam pernah mengatakan, bahwa Rasulullah SAW, bersabda: “Hai sekalian manusia, sebar luaskanlah salam dan berikanlah makanan serta kerjakanlah shalat pada waktu manusia lainnya sedang tidur. Supaya kamu masuk surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

Artikel terkait: Tak Pernah Ditinggalkan Rasul, Begini Panduan Lengkap Shalat Qobliyah Subuh

Keterang hadis-hadis di atas sudah sangat menjelaskan betapa pentingnya shalat yang dilaksanakan pada waktu di mana semua orang sedang terlelap tidur. Jadi, seperti malam yang terakhir merupakan waktu terbaik yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Meski memang sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang paling berat bagi yang tidak terbiasa. Namun jika dibiasakan, hal tersebut akan terasa ringan dan menjadi sebuah kebiasaan baik.

Pembagian Batasan Waktu Menjalankan Shalat Tahajud

1. Sepertiga Malam yang Pertama

Batas Waktu Shalat Tahajud

Shalat malam atau shalat tahajud, dapat dikerjakan pada waktu sepertiga malam pertama. Yakni rentang waktu yang terjadi dari setelah shalat isya hingga pukul 22.00. Namun, untuk mengerjakannya harus diawali dengan tidur terlebih dahulu walaupun hanya sebentar.

Untuk rakaat melaksanakan shalat tahajud, tidak ada batasan. Namun, agar keistimewaan yang terdapat di dalamnya dapat diraih, hendaknya barengi dengan ke-istikamahan.

2. Waktu Sepertiga Malam yang Kedua

Batas waktu shalat tahajud

Selanjutnya, untuk pembagian batas waktu melaksanakan shalat tahajud adalah sepertiga malam kedua. Yakni dengan rentang waktu pukul 22.00 hingga 01.o0. Pada waktu ini, memang sulit diterapkan, sebab kebanyakan orang tidak terbiasa bangun di waktu-waktu tersebut.

Akan tetapi, pada waktu ini, dipercaya memiliki fadhilah dan keistimewaan besar yang akan didapatkan bagi mereka yang bisa bangun untuk melaksanakan shalat tahajud.

Artikel terkait: Supaya Makin Semangat Beribadah, Ajarkan Si Kecil Tentang 10 Keutamaan Bulan Ramadan

3. Sepertiga Malam yang Terakhir

Batas waktu shalat tahajud

Menjalankan shalat sunah tahajud pada sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang paling utama. Jika direntangkan, waktu sepertiga malam terakhir itu antara pukul 01.00 hingga menjelang masuk waktu subuh.

Keutamaan mengerjakan shalat tahajud pada waktu terakhir di sepertiga malam terdapat dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim:

“Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata, adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang dia minta? Siapa pun Hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya. Adakah hamba-Ku yang ber-istighfar sehingga Aku ampuni dosanya?”

Parents, itulah informasi seputar batas waktu shalat tahajud. Semoga, bisa bermanfaat dan membuat Anda lebih istikamah dalam menjalankan ibadah-ibadah sunah.

Baca juga:

4 Cara Mudah Bayar Zakat Fitrah Online, Cukup Pakai Handphone!

Ini Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 183 dan Keutamaan Ramadan, Ajarkan pada Buah Hati, Yuk!

Tata Cara, Niat dan Keutamaan Sholat Hajat, Bantu Agar Keinginan Terwujud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *