Gubernur Kalbar Akan Buat Nangis Pejabat yang Nekat Mudik

  • Whatsapp
Gubernur Kalbar Akan Buat Nangis Pejabat yang Nekat Mudik


SuaraPemerintah.id – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengultimatum pejabat dan ASN yang nekad melakukan mudik. Ia mengancam akan membuat nangis kepada oknum yang melanggar peraturan pemerintah.

“Lihat jak nanti, kalau mereka ketahuan mudik lebaran nangis pokoknya. Karena untuk pejabat Pemprov Kalbar tidak ada libur lebaran,” tegasnya.

Ia terus mengimbau kepada warga agar tidak mudik lebaran di Hari Raya Idul Fitri 1442. Hal tersebut ia sampaikan lantaran  kasus COVID-19 di Provinsi Kalbar terus naik.

Selain warga, ia juga mengingatkan kepada para pejabat di jajaran Pemprov Kalbar untuk tidak mudik.

“Saya minta kepada warga untuk tidak mudik lebaran Idul Fitri dahulu dan ini hanya untuk sementara. Tolong tahan mudik lebaran karena kasus Covid-19 sedang melonjak,” kata Surtamidji kepada wartawan pada Selasa, 4 Mei 2021.

Ia mengatakan akan menindak dengan tegas terhadap aparatur negeri sipil (ASN) dan pejabat Pemprov Kalimantan Barat yang ketahuan mudik lebaran Idul Fitri. Dan ia mengatakan akan selalu memantau google maps handphone milik ASN dan pejabat Pemprov Kalbar.

“Pas hari raya nanti saya akan cek google maps mereka, kalau google mapsnnya mati, maka bisa jadi mereka mudik lebaran. Bagi pejabat dan ASN yang ketahuan mudik akan kita sanksi tegas,” ujar Sutarmidji

Sebelumnya, Gubernur Kalbar melalui akun Facebook menyampaikan bahwa kondisi COVID-19 di Kalbar semakin meningkat. Ia memohonagar kita semua menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

“Kasus cluster perkawinan di Base Camp sawit di Sekadau sudah berjumlah lebih 50 orang dan 4 meninggal,” tulis Sutarmidji di akun media sosial Facebook pada Senin, 3 Mei 2021.

Ia mengatakan di Poltekes juga ada  50 orang dan santri yang pulang dengan surat keterangan Antigen, setelah di PCR ada hampir 100 orang yang positif. Kemudian Tenaga Kerja Indonesia  yang kembali sudah 11 ribuan dan 112 positif.

“Sekarang bukan saatnya berdebat, teori ini itu. Saatnya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan jauhi keramaian serta jangan mudik. Jangan sampai PPKM berubah jadi PSBB,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *