Kalsel Petakan Potensi Kabupaten Kuatkan Suplpy Pengendali Inflasi

  • Whatsapp
Kalsel Petakan Potensi Kabupaten Kuatkan Suplpy Pengendali Inflasi


Suara-Pembaruan.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Safrizal ZA meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memetakan potensi masing-masing kabupaten dan menguatkan sistem supply chain atau penyediaan barang pada rantai pasokan dalam rangka efektivitas mengendalikan inflasi. Tiga daerah yang mempengaruhi inflasi di Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin 0,59 persen, Tabalong sebesar 0,03, dan Kotabaru sebesar 0,09 persen.

Bacaan Lainnya

Hal ini dikatakan oleh Safrizal, pada acara “High Level Meeting dan Rakorda Tim Pengendali Inflasi Daerah” di Banjarmasin, Senin, 12 April 2021. Menurutnya untuk bisa mengendalikan inflasi, semua regulasi terkait pengendalian inflasi harus terintegrasi untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan tugas.

“Langkah kita harus terintegrasi, Tanah Laut punya apa Tabalong punya apa, lalu kita petakan, kemudian sistemnya saling memenuhi, kurangnya apa bisa dipasok kabupaten tetangganya, ” katanya.

Dia menyatakan bahwa untuk pengendalian inflasi, diperlukan inovasi terutama jika terjadi lonjakan permintaan barang dan jasa pada bulan Ramadhan.

Pria kelahiran Banda Aceh tersebut mengatakan, penguatan “supply chain” juga harus dibarengi infrastruktur yang baik.

“Kita memang terkendala arus distribusi karena banjir kemarin, Alhamdulillah beberapa jembatan mulai rampung dalam waktu dekat, sehingga dapat memperlancar arus barang dan jasa yang berpengaruh terhadap inflasi,” sebutnya.

Safrizal menekankan pentingnya menjalankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendgari itu mengatakan, pada Maret 2021 Kalimantan Selatan mengalami inflasi 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 107,24.

Tiga daerah yang mempengaruhi inflasi di Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin 0,59 persen, Tabalong sebesar 0,03, dan Kotabaru sebesar 0,09 persen.

Sementara kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan, kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi untuk menekan laju inflasi.

Selain itu, juga bisa dilakukan dengan peningkatan produksi, operasi pasar, dan pengawasan intensif bersama dengan pihak terkait terhadap ketersediaan stok. Dia menegaskan bahwa peran TPID sangat penting dalam menjalankan program pengendalian inflasi.

Keberhasilan TPID dapat terwujud melalui sinergi yang baik dengan mitra strategis serta satgas pangan. Ketersediaan pasokan, dia menyarankan agar pemda dapat meningkatkan perluasan lahan dan didukung dengan kelancaran jalur distribusi. (red/pen)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *