Kementan Bangun Irigasi, Produktivitas Petani Rejang Lebong Melonjak

  • Whatsapp
Kementan Bangun Irigasi, Produktivitas Petani Rejang Lebong Melonjak
banner 468x60


Suara-Pembaruan.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperbaiki saluran air untuk areal pertanian. Kali ini, Kementan membangun irigasi perpompaan untuk Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Durian Mas, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kehadiran irigasi perpompaan ini mampu mendongkrak tingkat produktivitas petani hampir dua kali lipat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, air merupakan kebutuhan pokok bagi sektor pertanian. Tanpa air, mustahil sektor pertanian akan berkembang dengan baik. Untuk mengatur dan menyalurkan air ke areal tanaman pangan dengan baik, salah satunya dilakukan dengan irigasi perpompaan.

“Pertanian itu tak boleh terganggu dalam situasi apapun. Air itu salah satu kebutuhan mutlak pertanian. Untuk itu harus diatur dengan baik. Irigasi perpompaan ini salah satu upaya mengatur pasokan air agar berjalan dengan baik,” tutur SYL dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (6/6/2021).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, irigasi perpompaan merupakan program pengaturan air pertanian.

“Irigasi perpompaan ini bagian dari water management. Melalui irigasi perpompaan kebutuhan air untuk lahan sawah petani dijamin sepenuhnya,” tutur Ali.

Dengan kata lain, Ali menyebut jika irigasi perpompaan diprogramkan untuk memastikan pasokan air selalu tersedia untuk mendukung produksi pertanian. Dia berharap masyarakat sekitar bisa menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpompaan ini.

“Sehingga bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga pendapatan para petani,” katanya

Direktur Irigasi Dirjen PSP Kementan, Rahmanto menambahkan, irigasi perpompaan ini untuk memanfaatkan sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi dengan menggunakan pompa. Kelompok Tani Sumber Rezeki yang mendapatakan program ini membangun rumah pompa panjang 2.5 meter, lebar 1.4 meter dan tinggi 2 meter, dan mengadakan pompa air berdiameter 4 inch dengan power 8.5 HP intake 180 ltr per menit.

“Untuk bak penampungan memiliki kedalaman 1.5 meter. Kami berharap irigasi perpompaan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkas Rahmanto.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *