Loyalitas Marinir TNI AL Sudah Terbukti Dalam Sejarah

Suara-Pembaruan.com — Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

“Jadi sejarah membuktikan bahwa marinir terbukti memiliki loyalitas yang tinggi tegak lurus sesuai komando yang diberikan, “ demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

Yudo mengatakan kepada awak media sesaat setelah memimpin Upacara Serahm Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Korps Marinir (Dankormar) dari Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono kepada Mayor Jenderal TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto di Mako Korps Marinir Jl Prajurit KKO Usman dan Harun No. 40 Kwitang Jakarta Pusat. Senin (7/1).

Sejak dibentuk pada 15 November 1945, Korps Marinir dengan ciri khas Baret Ungu ini telah banyak menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Peran sertanya yang tidak pernah cacat selama pengabdiannya antara lain dilaksanakan lewat pelaksanaan tugas-tugas nasional dalam bentuk operasi TNI baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

OMP di dalam negeri, Korps Marinir selalu hadir dalam setiap penyelesaian pergolakan bangsa mulai dari perang kemerdekaan yang diwujudkan dalam satuan-satuan tugas operasi Korps Marinir. Meredam berbagai gerakan separatis bersenjata baik PRRI/Permesta, Operasi Dwikora, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat, Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Operasi Seroja Timor Timur, Operasi DI/TII, dan sebagainya.

Dalam OMSP, tugas bakti TNI dan kemanusiaan, Korps Marinir selalu berperan dalam operasi penanggulangan bencana, penanggulangan kerusuhan massal, dan operasi-operasi Search And Rescue (SAR) termasuk peran sertanya membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta pelaksanaan serbuan vaksinasi untuk masyarakat.

Sementara itu peran Korps Marinir di luar negeri adalah aktif ikut menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan personelnya yang tergabung dalam Kontingen Garuda ke beberapa negara konflik di bawah bendera PBB antara lain di Kongo, Vietnam, Timur Tengah, Irak dan Iran, Kamboja, Somalia, Bosnia, Georgia, Filipina, Milan, Siere Leone, Lebanon, Sudan, Afrika Tengah, Haiti, Afghanistan dan Papua New Guinea.

Dalam kesempatan tersebut Laksamana Yudo menjelaskan sejak tahun 2019 sesuai dengan Perpres Nomor 66, Korps Marinir telah berfungsi sebagai Kotama Ops dan Kotama Bin. Sebagai Kotama Ops, Korps Marinir berada di bawah Panglima TNI yang bertugas menjalankan operasi amfibi, operasi pertahanan pantai dan juga melaksanakan pengamanan pulau terluar dalam rangka OMP maupun OMSP. Sedangkan sebagai Kotama Bin, Korps Marinir berada di bawah Kasal yang memiliki fungsi pembinaan kekuatan dan operasional satuan marinir dan juga melaksanakan pembinaan potensi maritim dalam rangka pertahanan keamanan matra laut.

Lebih jauh Kasal menyampaikan konsekuensi dari tugas yang dibebankan Korps Marinir baik sebagai Kotama Ops maupun Kotama Bin adalah Marinir harus besar dan memiliki kesiapsiagaan yang tinggi didukung peralatan tempur yang canggih. “Sehingga ke depan Marinir harus besar, Marinir juga harus memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dan juga peralatan tempur yang canggih dalam rangka mendukung tugas operasional maupun tugas-tugas pembinaan ke depan,” ujarnya.

Sertijab Dankormar dari Mayjen TNI (Mar) Suhartono kepada Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) dilaksanakan dalam suasana penuh hikmat dan kesederhanaan. Sementara itu Mayjen TNI (Mar) Suhartono menjabat sebagai Dankodiklatal terhitung sejak tanggal 2 Februari 2022 yang lalu.

Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto menjadi Komandan Korps Marinir ke-24, merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-XXXIII/tahun 1988. Pria kelahiran Malang tepatnya 26 Juni 1965 ini adalah suami dari dr. Sri Widayati Avianti dan ayah dari Irfan Bayu Widodo.

BACA JUGA: majalah MATRA edisi Februari 2022, klik ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.