Sragen Ekspor 1.000 Ton Beras C4 Premium ke Arab Saudi

  • Whatsapp
Sragen Ekspor 1.000 Ton Beras C4 Premium ke Arab Saudi


SuaraPemerintah.id – Beras unggulan jenis C4 premium dari Kabupaten Sragen sukses menembus pasar luar negeri. Sebanyak 1.000 ton beras jenis tersebut bakal dikirim ke Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Pengiriman akan dilakukan PT Banyu Bening Jaya Sragen melalui transpotasi laut. Pengiriman diperkirakan membutuhkan waktu antara tiga minggu hingga satu bulan.

“Beras yang dipesan oleh pemerintah Arab Saudi memiliki kualitas bagus, sehingga go internasioanal,” kata pemilik PT Banyu Bening Jaya, Sri Lestari, Rabu (16/6/2021).

Sebelum dikirim, pemerintah Arab Saudi sebelumnya meminta contoh. Setelah cocok, selanjutnya minta dikirim dalam jumlah yang banyak. Pengiriman ini rencana akan berkelanjutan.

Perwakilan Kementerian Pertanian Maretsung Simanulang mengatakan, pihaknya sangat mendukung ekspor beras ke Arab Saudi. Surplus beras di Sragen bisa membuka pasar di luar negeri, bahkan bersaing dengan negara lain. Seperti negara Vietnam dan Thailand.

“Beras jenis C4 premium dari sragen ini layak untuk diekspor keluar negeri karena memiliki cita rasa yang tinggi,” kata Maretsung Simanulang.  Beras C4 premium memiliki kadar air yang bagus, sehingga mengenai rasa dan harga berani bersaing dengan beras dari negara lain.

Di tengah kegembiraan petani yang sedang melakukan panen raya di berbagai wilayah, Kementerian Pertanian merilis data adanya peluang pasar ekspor beras yang terbuka lebar bagi petani Indonesia, dengan jaminan harga yang cukup baik di pasar internasional.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, beras Indonesia diminati pangsa pasar negara lain.

Setidaknya sejak tahun 2017, Indonesia melakukan ekspor sebesar 2.100 ton ke 5 negara tujuan, yakni Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, Belgia, dan Bangladesh.

“Berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian yang dihimpun di pelabuhan ekspor kita, permintaan beras kita di luar negeri cukup besar,” ucapnya melalui siaran resminya, dikutip Kompas.com, Minggu (28/3/2021).

Bahkan lanjut dia, sempat mencapai total ekspor 1.400 ton pada tahun 2018 ke 14 negara, termasuk ke Jepang, Vietnam, dan China.

Selain itu Kuntoro juga mengatakan, beras dalam kategori premium atau kebutuhan khusus ini masih terbuka permintaannya, mengingat selera pasar, kebutuhan beras organik dan Horeka di luar negeri akan beras lokal asia cukup bagus.

Kuntoro menambahkan, di tahun 2019 volume ekspor beras ini mencapai 230,2 ton, dan tahun 2020 sebesar 341,1 ton.

“Volumenya memang agak menurun apalagi 2020 ada hambatan pandemi covid 19, namun jumlah negara tujuan ekspor bertambah hingga 20 negara di dunia. Ini peluang yang harus ditangkap,” tegas Kuntoro.

Bila peluang ini dapat dipacu dan negara di dunia mulai, dia menilai, bisa membuka akses pelabuhannya seperti sebelum pandemi Covid-19. Kuntoro menyakini peluangnya akan terbuka kian lebar.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *