Hotline Redaksi: 0817-21-7070 (WA/Telegram)
Berita

Sultan Najamudin Lepas Tim U-17 ke Bangkok, Singgung ‘Diplomasi Tertinggi Negara’

×

Sultan Najamudin Lepas Tim U-17 ke Bangkok, Singgung ‘Diplomasi Tertinggi Negara’

Sebarkan artikel ini
Sultan Najamudin Lepas Tim U-17 ke Bangkok, Singgung ‘Diplomasi Tertinggi Negara’

Suara-Pembaruan.com“Bukan Sekadar Sepak Bola!” Sultan Najamudin Lepas Tim U-17 ke Bangkok, Singgung ‘Diplomasi Tertinggi Negara

JAKARTA — Pelepasan tim pelajar U-17 ke turnamen internasional di Bangkok mendadak jadi sorotan. Bukan karena seremoni, tapi karena pesan tak biasa dari Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin.

Di rumah dinasnya di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu, 22 Maret 2026, Sultan melepas tim Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) yang akan berlaga di Mikasa Cup dan Volt Eleven International 2026. Namun, yang mencuri perhatian justru pernyataannya: sepak bola disebut sebagai “diplomasi tertinggi sebuah negara”.

“Respek dan kehormatan suatu bangsa bisa hadir hanya karena bola,” ujar Sultan—pernyataan yang langsung memantik diskusi soal peran olahraga di panggung global.

⚡ Sepak Bola = Senjata Diplomasi?

Sultan tidak melihat keberangkatan tim ini sebagai agenda biasa. Ia menegaskan, setiap pertandingan di luar negeri membawa nama Indonesia—dan itu berarti mempertaruhkan martabat bangsa.

Dalam pandangannya, sepak bola kini bukan sekadar olahraga, melainkan instrumen soft power yang bisa menyatukan sekaligus mengangkat citra negara di mata dunia.

🚨 “Masalah Lama Indonesia Akhirnya Dibongkar!”

Di balik semangat pelepasan, Sultan juga blak-blakan soal masalah klasik sepak bola nasional: pembinaan yang lemah dari akar rumput.

“Tidak ada pemenang tanpa kompetisi yang kuat. Fondasi harus dibangun dari desa,” tegasnya.

Pernyataan ini seolah menohok realitas yang selama ini jadi “rahasia umum”—bahwa talenta muda Indonesia sering kali tidak mendapat sistem pembinaan yang konsisten.

🌱 BLiSPI Jadi Harapan Baru?

Sultan menyebut BLiSPI sebagai salah satu kunci perubahan. Dengan jaringan luas hingga daerah, organisasi ini dinilai mampu menjaring bakat muda yang selama ini tersembunyi.

Di tengah upaya reformasi sepak bola nasional, peran komunitas seperti BLiSPI disebut bisa menjadi jembatan antara potensi lokal dan panggung internasional.

💥 Pesan Mengejutkan untuk Para Pemain

Tak hanya bicara sistem, Sultan juga memberi pesan personal yang cukup “menyentil”.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan skill, tapi juga mental dan integritas. Bahkan, ia mengutip filsuf perang Sun Tzu:

“Semangat adalah setengah dari kemenangan.”

Sisanya? Ditentukan di lapangan.

🎉 Janji Tak Biasa: Arak-Arakan Kepulangan!

Yang paling mencuri perhatian: Sultan menjanjikan penyambutan meriah jika tim pulang dengan prestasi.

Arak-arakan dan apresiasi khusus sudah disiapkan—sebuah sinyal bahwa negara mulai serius memberi panggung bagi atlet muda.

🔎 Lebih dari Turnamen

Turnamen di Bangkok ini bisa jadi hanya awal. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih besar: masa depan sepak bola Indonesia tidak ditentukan oleh satu pertandingan, melainkan oleh keberanian membangun sistem dari bawah.

Dari lapangan desa… menuju panggung dunia.

Dan kali ini, sorotan bukan hanya pada bola—tetapi pada arah baru sepak bola Indonesia.