Hotline Redaksi: 0817-21-7070 (WA/Telegram)
Berita

Prabowo Minta Bandara Bali Baru Mampu Layani Boeing 777 hingga Airbus A380

×

Prabowo Minta Bandara Bali Baru Mampu Layani Boeing 777 hingga Airbus A380

Sebarkan artikel ini
Prabowo Minta Bandara Bali Baru Mampu Layani Boeing 777 hingga Airbus A380

Suara-Pembaruan.comPrabowo Minta Bandara Bali Baru Mampu Layani Boeing 777 hingga Airbus A380

 Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan Bandara Bali Baru di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Di hadapan pengelola proyek, ia tidak hanya menanyakan perkembangan pembangunan, tetapi juga memastikan bandara itu dirancang untuk mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380.

Perhatian tersebut mengemuka ketika Prabowo menerima Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (PEMBARI), Baringin Panggabean, di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada 14 Juli 2026.

Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan membahas perkembangan proyek Bandara Bali Baru yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden secara khusus meminta penjelasan mengenai spesifikasi teknis bandara.

Ia ingin memastikan panjang landasan pacu, kekuatan perkerasan, apron, taxiway, serta fasilitas sisi udara lainnya telah dirancang sesuai standar internasional sehingga mampu menerima operasional pesawat berbadan lebar yang melayani rute internasional jarak jauh.

Menurut Baringin, seluruh desain teknis telah disusun berdasarkan studi kelayakan (feasibility study) yang memperoleh persetujuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Presiden menanyakan secara langsung apakah Bandara Bali Baru nantinya bisa didarati Boeing 777 maupun Airbus A380. Kami menjelaskan bahwa seluruh desain telah disiapkan sesuai standar internasional agar mampu melayani pesawat berbadan lebar,” ujarnya.

Namun perhatian Presiden tidak berhenti pada aspek teknis.

Prabowo juga meminta agar pembangunan dipercepat. Ia berharap proyek strategis tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun sehingga manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat, khususnya untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Bali.

Bandara Bali Baru akan dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini memungkinkan pembiayaan berasal dari investasi swasta sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus membuka ruang partisipasi sektor usaha dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Dua Bandara, Dua Fungsi

Pembangunan Bandara Bali Baru juga menjadi bagian dari penataan sistem kebandarudaraan di Bali Utara. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023, Kabupaten Buleleng direncanakan memiliki dua fasilitas penerbangan dengan fungsi berbeda.

Bandara Bali Baru di Kubutambahan diproyeksikan menjadi bandara umum yang melayani penerbangan komersial domestik dan internasional menggunakan pesawat berbadan lebar. Sementara itu, Lapangan Terbang Letkol Wisnu diarahkan menjadi bandara khusus untuk pesawat kecil, penerbangan bisnis, dan private jet.

Pembagian fungsi tersebut kembali menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan pada 30 Juli 2026.

Pilihan mengembangkan Letkol Wisnu sebagai bandara khusus didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis dan lingkungan. Kawasan lapangan terbang telah dikelilingi permukiman padat, diapit perbukitan pada sisi selatan, timur, dan barat, serta berbatasan dengan kawasan mangrove dan laut di sisi utara.

Di kawasan perbukitan itu juga terdapat sejumlah pura yang memiliki nilai sejarah dan kesakralan tinggi. Kondisi geografis tersebut dinilai membatasi ruang pengembangan sekaligus menimbulkan tantangan keselamatan penerbangan apabila dipaksakan menjadi bandara internasional berskala besar.

Karena itu, pemerintah memandang pembangunan Bandara Bali Baru di Kubutambahan sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan Bali akan bandara internasional kedua yang mampu melayani pesawat berbadan lebar sekaligus mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas udara.

Motor Pertumbuhan Bali Utara

Arahan percepatan pembangunan kembali ditegaskan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026. Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang telah masuk dalam RPJMN 2025–2029, termasuk pembangunan Bandara Bali Baru.

Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, Bali Utara akan memiliki sistem kebandarudaraan yang saling melengkapi. Lapangan Terbang Letkol Wisnu melayani penerbangan skala kecil dan private jet, sedangkan Bandara Bali Baru menjadi gerbang internasional baru bagi pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380.

Pemerintah berharap kehadiran bandara tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas udara nasional, tetapi juga menjadi katalis pemerataan pembangunan di Pulau Bali. Bandara baru diproyeksikan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, memperluas investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat perkembangan sektor pariwisata, logistik, perdagangan, dan jasa di kawasan Bali Utara, Bali Barat, hingga Bali Timur.

Bagi pemerintah, pembangunan Bandara Bali Baru bukan sekadar proyek infrastruktur transportasi. Bandara ini diposisikan sebagai simpul pertumbuhan baru yang diharapkan mengurangi ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan yang telah berkembang pesat dengan kawasan utara pulau yang selama ini relatif tertinggal.