Makna Hari Kartini Menurut Maudy Koesnaedi, Pentingnya Jadi Perempuan Mandiri

  • Whatsapp
Makna Hari Kartini Menurut Maudy Koesnaedi, Pentingnya Jadi Perempuan Mandiri


Tangal 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini, juga menjadi salah satu hari bersejarah sebagai titik balik dari kaum perempuan Indonesia. Hingga saat ini, Hari Kartini selalu menjadi hari yang spesial bagi kaum perempuan. Begitu pula dengan para selebritas tanah air, seperti apa makna Hari Kartini bagi Maudy Koesnaedi?

Bacaan Lainnya

Sebagai publik figur, Maudy Koesnaedi menjadi salah satu sosok perempuan yang berpengaruh di Indonesia. Ia mengawali kariernya di dunia modeling sejak terpilih menjadi None Jakarta di tahun 1993 dan menjadi bintang sinetron fenomenal “Si Doel Anak Sekolahan”.

Tak hanya berkecimpung di dunia hiburan, Maudy juga kerap ikut serta dalam kegiatan pelestarian budaya asli Indonesia, yakni Betawi dalam berbagai acara sosial. Maka dari itu, rasanya tak salah lagi jika Maudy didaulat sebagai salah satu Kartini modern yang menginspirasi.

Artikel Terkait: 19 Tahun Bersama, Ini Sosok Suami Maudy Koesnaedi yang Family Man!

Makna Perjuangan Kartini bagi Maudy Koesnaedi, Menjadi Perempuan yang Mandiri

Dalam acara virtual perayaan Hari Kartini tahun 2021 yang diadakan oleh AXA Mandiri, Maudy Koesnaedi berbagi mengenai makna dari perjuangan Kartini pada zaman modern seperti sekarang ini.

“Saat ini sudah mulai terbuka memperingati Hari Kartini bukan sekadar berkebaya. Namun, yang kita ambil bagaimana esensi harapan dan cita-cita dari RA Kartini agar bagaimana perempuan mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Istri dari Frederik Johannes Meijer itu menyebut bahwa memperingati Hari Kartini bukan berarti perempuan Indonesia harus meniru Kartini. Melainkan harus menjadi dirinya sendiri.

“Semangat Kartini justru yang kita ambil agar bisa mengembangkan kemampuan diri kita sendiri,” kata Maudy.

Menurut Maudy, perempuan harus bisa menjadi sosok yang mandiri. Untuk dapat menjadi mandiri, ia mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenal diri sendiri dengan baik.

“Seorang perempuan menjadi mandiri harus ada dasar dari passionnya sendiri, bagaimana mengejar harapan dan cita-cita. Yang pertama harus mengenal diri kita sendiri, kita mau apa, passionnya apa, mau berjalan di jalan yang mana kita yang menentukan. Misalnya saya merasa cinta dengan budaya maka saya usahakan untuk memperkenalkan budaya tersebut,” ucapnya.

Maudy Koesnaedi sendiri terlibat dalan Teater AbNon atau Teater Abang None Jakarta. Teater AbNon adalah organisasi nonprofit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, khususnya seni pertunjukkan budaya Betawi.

Artikel Terkait: Bak Kakak dan Adik, Initp 9 Pesona Maudy Koesnaedi dan Anak Bulenya

Manfaat Memiliki Perencanaan Keuangan Keluarga yang Matang

maudy koesnaedi

Ibu satu anak itu mengungkapkan bahwa untuk menjadi perempuan yang mandiri, tak lepas dari kemandirian secara finansial dan perencanaan yang matang.

“Untuk mempunyai passion yang besar dan bermanfaat untuk sekitar kita perempuan perlu kemandirian secara finansial. Penting untuk perempuan mengelola penghasilan yang dihasilkan sendiri meski suami sudah mapan,” saran Maudy.

Maudy bercerita bahwa dirinya sudah memiliki kemampuan perencanaan keuangan sejak dini. Pada saat ia berusia 8 tahun, sang ayah berpulang terlebih dahulu. Sepeninggal ayahnya, ibu Maudy selalu menekankan pentingnya perencanaan keuangan walaupun secara sederhana.

“Saya ditinggal ayah dari umur 8 tahun, sama mama diberi amplop untuk uang. Terima honor foto, nanti dimasukkan amplop untuk uang bayar sekolah. Sampai sekarang punya kebiasaan begitu punya uang nanti dibagi-bagi untuk pos apa saja, sekian persen disimpan, untuk me time, dan lain-lain,” ceritanya.

Lantaran sejak kecil sudah didoktrin untuk memiliki perencanaan keuangan yang matang, Maudy dapat merasakan manfaat yang luar biasa.

“Sampai sekarang manfaatnya terasa, penting banget untuk perempuan paham investasi. Ilmu investasi sangat penting, pastikan untuk investasi di sumber yang jelas agar tidak terjerumus dalam mengelola keuangan keluarga kita,” papar Maudy.

Makna Hari Kartini Menurut Maudy Koesnaedi, Pentingnya Jadi Perempuan Mandiri

Artikel Terkait: Mengajarkan Anak Tentang Cara Mengatur Keuangan Sesuai Usianya

Srikandi Utami, Chief of Syariah dari AXA Mandiri Financial, juga setuju dengan pendapat Maudy. Menurutnya, perencana keuangan dan literasi finansial sangat penting bagi perempuan. 

“Merencanakan keuangan ada jangka pendek dan panjang. Di setiap life cycle ada risiko yang tidak terduga, risiko ini harus kita manage dengan cara menyiapkan pos yang dialokasikan untuk berjaga-jaga,” ungkap Srikandi.

Selain itu, Maudy dan Srikandi berkata bahwa proteksi seperti asuransi juga diperlukan. Sebab, sesungguhnya manfaat proteksi asuransi bukan untuk orang yang meninggal, tetapi untuk yang ditinggalkan.

“Perencanaan itu penting, jika terjadi apa-apa pada kita atau pasangan, kita harus menyiapkan dan menjaga agar anak-anak dapat hidup dengan sejahtera. Mempersiapkan hari esok diajarkan dalam agama, tak hanya finansial yang tertata sesuai tujuan keuangan tapi juga menyiapkan proteksi kesehatan,” tutup Srikandi.

Apakah Parents juga setuju dengan Maudy Koesnaedi mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan proteksi bagi keluarga? Investasi apa saja yang sudah Parents lakukan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang?

Baca Juga:

4 Perencanaan Keuangan Khusus untuk Perempuan, Bunda Perlu Tahu!

Kena PHK akibat pandemi Corona, ini 5 nasihat penting perencana keuangan

Tips agar kompak mengatur keuangan bersama pasangan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *