Tak Harus dengan Obat, Ini 8 Cara Menurunkan Kreatinin secara Alami

  • Whatsapp
Tak Harus dengan Obat, Ini 8 Cara Menurunkan Kreatinin secara Alami


Kreatinin adalah zat limbah dalam darah yang diproduksi oleh jaringan otot saat beraktivitas dan diatur oleh ginjal. Zat inilah yang menjadi patokan dalam menilai fungsi ginjal, karena jika ginjal bermasalah maka kreatinin tidak tersaring dengan baik. Untuk itu, jika jumlahnya terlampau tinggi, beragam cara menurunkan kreatinin harus dilakukan.

Bacaan Lainnya

Kadar kreatinin yang normal pada orang dewasa berkisar 0,6–1,2 mg/dL untuk laki-laki dan 0,5–1,1 mg/dL untuk perempuan. Namun, rentang nilai kreatinin normal mungkin saja bervariasi pada setiap laboratorium.

Adapun macam-macam faktor berikut turut menjadi penentu kadar kreatinin meningkat, antara lain:

  • Orang dewasa muda atau orang yang memiliki banyak jaringan otot, misalnya atlet atau orang yang sering melakukan latihan angkat beban
  • Masalah pada ginjal, misalnya gagal ginjal, batu ginjal, dan infeksi ginjal
  • Dehidrasi
  • Rhabdomyolysis
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, obat penurun asam lambung, dan diuretik
  • Sering mengonsumsi daging dalam jumlah banyak

Artikel terkait: 7 Kebiasaan yang merusak ginjal, Parents masih sering melakukannya?

8 Cara Menurunkan Kreatinin

Penting diketahui bahwa peningkatan kreatinin dapat memicu masalah kesehatan serius. Jaga kadar kreatinin tetap normal dengan deretan cara alami berikut ini:

1. Mengurangi Olahraga Berat

Bukan berarti olahraga tidak sehat, tetapi ada beberapa jenis olahraga yang memang berpotensi menaikkan kadar kreatinin. Salah satunya olahraga yang intensitasnya berat, seperti angkat beban.

Sebuah penelitian mengungkapkan, berolahraga terlalu intens bisa meningkatkan kreatinin sebagai respons dari kerusakan otot yang ditimbulkan saat berolahraga. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai olahraga yang cocok dan seberapa intens harus melakukannya.

2. Menghindari Suplemen Creatine

Demi menyiasati kadar kreatinin terjaga, adalah hal yang wajar bagi atlet dan olahragawan mengonsumsi suplemen kreatinin untuk menambah kadar kreatinin dalam tubuh. Metode ini juga berfungsi meningkatkan performa fisik dan otot atlet yang memang menjadi tugas mereka.

Akan tetapi, untuk Anda yang memiliki masalah pada ginjal sehingga harus menurunkan kreatinin, hindarilah mengonsumsi suplemen jenis ini. Konsultasikan dengan dokter langkah tepat yang harus dilakukan.

3. Menghidrasi Tubuh

Cara Menurunkan Kreatinin

Kerap dianggap sepele, dehidrasi bukanlah kondisi yang patut dianggap remeh. Pasalnya, dehidrasi dapat mengancam kesehatan jantung dan organ penting tubuh lainnya.

Bahkan, dehidrasi juga mampu meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh. Oleh karena itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih yang cukup setiap harinya agar tubuh ikut tercegah dari melonjaknya kreatinin.

Artikel terkait: Hati-hati! Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

4. Cara Menurunkan Kreatinin dengan Kurangi Protein

Cara menurunkan kreatinin berikutnya yang patut dicoba adalah mengurangi kadar protein!

Protein memang menjadi zat esensial dalam tubuh. Zat inilah yang menjaga keseimbangan pH dalam tubuh tetap seimbang sehingga tidak terjadi kerusakan organ. Protein juga berfungsi menyeimbangkan asupan cairan yang masuk ke tubuh.

Akan tetapi, beberapa penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kreatinin secara temporer. Salah satu makanan berprotein yang harus dikurangi adalah daging merah dan produk susu. Konsumsi makanan ini secukupnya saja.

5. Konsumsi Makanan Berserat

Tingginya kreatinin dapat menimbulkan masalah medis serius. Berikut ini cara menurunkan kreatinin yang bisa Anda lakukan tanpa buru-buru mengonsumsi obat.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan berserat adalah cara untuk menjaga kreatinin tetap normal. Bagi Parents yang sudah terbiasa makan hidangan berprotein, cobalah menggantinya saja dengan makanan yang mengandung serat.

Makanan berserat yang dimaksud misalnya sayuran dan buah segar. Studi membuktikan bahwa makanan berserat bisa menurunkan kadar kreatinin tinggi pada penderita penyakit ginjal kronis. Kendati penelitian lebih lanjut masih diperlukan, tidak ada salahnya mengonsumsi makanan berserat yang menyehatkan.

6. Mengurangi Natrium

Selain makanan berprotein, mengurangi natrium juga sebaiknya dilakukan. Terbiasa mengonsumsi makanan kaya natrium dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi dan retensi air.

Selain itu, kadar kreatinin juga bisa melonjak tinggi. Untuk itu, kurangilah makanan yang mengandung natrium agar ginjal Anda tetap berfungsi baik. Makanan kaya natrium seperti udang, sup kalengan, keju, jus kemasan, pizza, daging olahan, kecap dan saos, ikan kalengan, dan sereal instan.

Artikel terkait: Kencing berbusa bisa jadi tanda gagal ginjal pada anak dan orang dewasa, waspada!

8. Minum Teh Herbal, Termasuk Cara Menurunkan Kreatinin

Tak Harus dengan Obat, Ini 8 Cara Menurunkan Kreatinin secara Alami

Tak hanya nikmat, teh herbal dipercaya memiliki banyak kebaikan bagi tubuh. Teh ini bisa diperoleh dari buah, daun, bunga, atau akar, seperti chamomile, rosehip, rooibos, hibiscus, peppermint, jahe, dan lainnya.

Sama seperti teh pada umumnya, teh herbal juga dapat disajikan panas atau dingin. Jenis ini tidak mengandung kafein sehingga lebih aman untuk Anda yang sensitif terhadap kafein. Teh herbal ini berperan sebagai diuretik. Mengonsumsinya secara rutin dapat membantu Anda mengurangi kreatitin yang dikeluarkan melalui urine saat buang air kecil.

Parents, itulah beragam cara menurunkan kreatinin secara alami. Semoga informasi ini bermanfaat dan ginjal kita selalu sehat.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

Waspada Hiperparatiroidisme, Hormon Berlebih yang Sebabkan Gangguan Fungsi Ginjal

Jaga Kesehatan Ginjal, Ini 8 Manfaat Air Kelapa Hijau yang Tak Boleh Diremehkan

5 cara mudah menjaga hati, pankreas dan ginjal tetap sehat, sudah coba?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *