Bahaya Kursi Sepeda dan Cara Lindungi dari Ereksi

  • Whatsapp
Bahaya Kursi Sepeda dan Cara Lindungi dari Ereksi


Saat bersepeda, sebagian besar beban dan tekanan ada di perineum, area antara skrotum dan anus. Di tepi perineum adalah “tulang duduk”, dan di dalamnya ada saraf dan arteri yang memberi makan penis. 

Bacaan Lainnya

Photo by Martin Magnemyr on Unsplash

Karena sebagian besar kursi sepeda terlalu sempit untuk tulang duduk, dan tekanan saat duduk di kursi bisa 7 kali lebih kuat daripada saat duduk di kursi, pembuluh halus ini rentan terhadap kerusakan tekanan saat Anda berkendara.

Ketika para peneliti mulai menggali kemungkinan hubungan antara bersepeda dan masalah ereksi beberapa dekade lalu, segalanya tampak suram. Studi menunjukkan bahwa pria dewasa yang mengendarai sepeda jalan raya selama lebih dari 3 jam seminggu atau 100 mil/Minggu menghadapi peningkatan risiko 70% mengalami masalah ereksi. 

Namun, penelitian yang lebih baru yang ditulis dalam laman WebMD, tampaknya menawarkan harapan bagi pengendara sepeda yang rajin. Risiko disfungsi ereksi pada pengendara sepeda tampaknya tidak jauh berbeda dari pada pelari atau perenang. 

Mengapa berubah? Tampaknya industri bersepeda dan pengendara sepeda itu sendiri memperhatikan penelitian awal itu dan sejak itu membuat perubahan pada produk dan kebiasaan mereka untuk mengurangi risikonya.

Untuk menjaga agar risiko Anda tetap rendah, berikut ini ada beberapa cara untuk melindungi diri Anda saat bersepeda.

1. Dapatkan kursi sepeda yang terpasang dengan benar dan turunkan hidung kursi beberapa derajat dari ketinggian.

2. Gunakan pelana tanpa lubang jika memungkinkan. Bantalan gel lebih baik dari busa. Bantal adalah raja di sini.

3. Gunakan pelana split rail atau cutout, yang memiliki cekungan atau celah di tengah jok.

4. Pertahankan postur tegak sebanyak mungkin saat bersepeda.

5. Sering-seringlah berpindah posisi dan sering-seringlah berdiri di atas pedal saat bersepeda.

4. Gunakan celana pendek sepeda yang empuk.

5. Perhatikan panggul mati rasa atau kesemutan saat bersepeda (disebut “kacang mati rasa” dalam dunia bersepeda), yang dapat menjadi tanda peringatan awal dari masalah yang berkembang.

6. Ingatlah bahwa pengendara sepeda kompetitif memiliki risiko lebih tinggi daripada pengendara sepeda biasa (waktu duduk lebih banyak, kursi lebih keras, posisi duduk depan).



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *