Kartini di Era Digital, AO PNM Dituntut untuk Adaptif dan Inovatif

  • Whatsapp
Kartini di Era Digital, AO PNM Dituntut untuk Adaptif dan Inovatif


Bacaan Lainnya

Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam era digital, perempuan dituntut mahir menggunakan teknologi, termasuk para AO PNM dalam menjalankan tugas sehari-hari. Para AO PNM dituntut untuk cepat beradaptasi, terutama di wilayah yang belum memiliki akses internet.

“Teknologi digital tidak bisa dihindarkan. Kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dengan meningkatkan kompetensi diri menjawab tuntutan tersebut. Saya yakin dan percaya, dengan bekal semangat membangun keadilan dan kesetaraan gender, teman-teman AO bisa menjalankan tantangan digitalisasi saat ini,” ujar Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah dalam Talkshow Virtual di Jakarta, Sabtu (24/4).

Menurut Ida, salah satu upaya untuk tetap bisa mengikuti perkembangan zaman adalah adaptif serta inovatif terutama di wilayah yang belum memiliki akses internet. Pada kondisi saat ini, para AO diharuskan untuk terus mengembangkan kompetensi diri agar tidak takut menghadapi perubahan.

“Pada masa perkembangan teknologi saat ini, kuncinya adalah adaptif dan inovatif dengan segala perubahan. Jangan takut menghadapi perubahan, jangan takut belajar karena belajar tidak mengenal bangku pendidikan. Belajar adalah kewajiban sampai akhir hayat,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan kepada seluruh AO untuk tidak berpuas diri dalam upaya pengembangan karir, serta terus membekali diri dengan kompetensi baru agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pasalnya, pengembangan diri bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

“Kartini hari ini dan kartini masa lalu tantangannya sama, yaitu memiliki peran dan memberikan manfaat yang luas untuk bangsa dan negara. Perjuangan kartini bisa diwujudkan jika kita berani mengatakan bahwa masa depan Indonesia ada di perempuan Indonesia. Saya mengajak kepada teman-teman semua untuk tidak berhenti menempah diri, tidak puas dengan kondisi yang ada dan jangan pernah berhenti bermimpi,” tutupnya. (Heri Dwi Okta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *