Hukum  

Sertu Bayu Diduga Tewas Dianiaya 2 Perwira, Panglima TNI: Ada Yang Sengaja Melambatkan!

Suara-Pembaruan.com — Terkait peristiwa penembakan yang terjadi saat resepsi pernikahan di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (4/6/2022), kini viral bagaimana nasib oknum TNI AD, yang menjadi terduga pelaku penembakan.

Benarkah, yang bersangkutan telah diamankan dan diproses hukum. Ramai kronologinya tersebar di media sosial.

Menurut info, Polisi Militer Kodam (Pomdam) Kasuari langsung bertindak, terduga pelaku yaitu Sertu AFTJ, langsung diamankan di Pomdam Kasuari untuk diproses secara hukum.

Oknum TNI AD, Sertu AFTJ, menjadi terduga pelaku penembakan yang melukai dua orang korban, yaitu adik iparnya sendiri, RIB, dan seorang anggota TNI AD berinisial Sertu B.

Kejadian penembakan dipicu saling senggol saat hiburan dangdutan digelar usai resepsi. Kemudian hal tersebut berkembang menjadi keributan yang terus memanas, hingga terjadi penembakan. Dor! Dor!

Korban RIB meninggal dunia di Puskesmas Prafi akibat luka tembak di bagian dada kiri. Sementara Sertu B yang mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri, saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari.

Dalam hal ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merespon cepat. Pesannya, jangan ada yang sengaja memperlambat penanganan kasus penganiayaan yang menewaskan Sertu Marctyan Bayu Pratama.

Sertu Bayu diduga dianiaya oleh dua perwira berpangkat letnan satu (lettu) dan letnan dua (letda) ketika bertugas di Timika, Papua. Ia meninggal pada 8 November 2021.

“Kalau saya sinyalir ada bukti cukup kuat adanya kesengajaan melambat-lambatkan atau bahkan tidak membuka secara terang, maka saya berikan konsekuensi,” kata Andika usai rapat bersama Komisi I di DPR RI, Jakarta, Senin (6/6/2022).

Kendati demikian, ia memastikan bahwa proses hukum terhadap penanganan kasus ini harus terus berjalan.

Bahkan, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu berjanji mengawal langsung kasus tersebut.

Saya janji, saya akan kawal seperti halnya kasus hukum yang sudah terjadi kemarin,” ucap Andika menjelaskan, pihak polisi militer sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Oditurat Militer Jayapura pada 13 Desember 2021.

Selanjutnya, Oditurat Militer Jayapura baru melimpahkan ke Oditurat Militer Jakarta pada 25 Mei 2022.

Masyarakat jadi ingin tahu, buntut hukum dari pelaku penembakan yang bakal diproses sesuai hukum militer. Bagaimana di dalam Sistem Peradilan Militer.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.