9 Jenis Gangguan Pencernaan Dilihat dari Penyebab dan Gejala

  • Whatsapp
9 Jenis Gangguan Pencernaan Dilihat dari Penyebab dan Gejala


Organ pencernaan harus selalu dalam kondisi baik. Jika tubuh mengalami gangguan percernaan, maka semua proses itu akan terhambat di dalam tubuh. Oleh karea itulah penting mengetahui apa saja jenis dan penyebab gangguan pencernaan.

Bacaan Lainnya

Pada dasarnya, sistem pencernaan memiliki fungsi untuk mencerna segala macam makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Bagaimana makanan kasar bisa menjadi halus dan nutrisinya bisa diserap tubuh secara sempurna, harus melewati serangkaian proses. 

Berikut ini 9 jenis gangguan pencernaan yang bisa terjadi dalam tubuh manusia! 

9 Jenis Gangguan Pencernaan Dilihat dari Gejala dan Penyebab Gangguan Pencernaan

1. Gangguan Pencernaan Diare

Diare merupakan gangguan pencernaan yang paling umum terjadi pada manusia. Dijelaskan dr. Gita, diare adalah kondisi buang air besar yang sifat fesesnya sangat encer dan terjadi sering (lebih dari 3 kali) dalam sehari.

Namun jika saat diare Anda juga mengalami kram atau sakit perut, mual, perut kembung, demam, hingga feses berlendir atau berdarah, itu tanda dari diare akut atau kronis. Jika mengalami gejala di atas, ada kemungkinan Anda mengalami penyakit atau kelainan usus seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn.

Penyebab gangguan pencernaan diare bisa bermacam-macam. Mulai dari virus atau bakteri dalam makanan/minuman, obat-obatan, alergi makanan (fruktosa), intoleransi laktosa, tindakan operasi (operasi kandung empedu) atau lainnya.

Artikel terkait: Digunakan untuk Atasi Diare, Kenali Dulu Manfaat dan Efek Samping Obat Oralit Ini

2. Sembelit

gangguan pencernaan

Konstipasi atau sembelit sebagai kondisi sulit buang air besar (BAB) yang disebabkan feses keras, sehingga durasi BAB menjadi sangat jarang, bisa lebih dari 3 hari atau seterusnya. Hal ini bisa saja terjadi karena beberapa hal.

Di antaranya perubahan kurang minum, kurang mengonsumsi serat, kurang berolahraga, menunda keinginan BAB, stres, mengonsumsi obat tertentu (narkotika, antidepresan, dan pil zat besi), sindrom iritasi usus, kehamilan, penyakit serius seperti kanker, penyakit neurologis seperti parkinson atau multiple sclerosis, masalah hormon (hipotiroidisme), atau lainnya.

Cara paling mudah untuk mengatasinya adalah dengan banyak mengonsumsi air dan makanan yang mengandung serat tinggi. Namun jika Anda mengalami sembelit yang disebabkan penyakit serius, konsultasikan dengan dokter cara mengatasinya.

3. Wasir

gangguan pencernaan

Ambeien atau wasir atau istilah medisnya hemorrhoids merupakan kondisi pelebaran pembuluh darah di ujung saluran pencernaan atau sekitar anus (yang disebabkan pembengkakan dari pembuluh darah) dan menyebabkan rasa sakit. Pembuluh darah yang melebar tadi bisa menjadi stretch dan pecah sehingga menyebabkan perdarahan di anus.

Penyebabnya banyak, di antaranya konstipasi atau embelit kronis, diare, atau mengejan terlalu keras karena BAB keras. Untuk mengatasinya, cobalah mengonsumsi makanan tinggi serat, banyak mengonsumsi air, dan rutin berolahraga. Krim dan supositoria yang dijual bebas dapat meredakan gejala wasir sementara.

Temui dokter jika perawatan di rumah tidak membantu. Pasalnya, kadang-kadang diperlukan hemoroidektomi untuk mengangkat wasir melalui pembedahan.

4. Sakit Maag

gangguan pencernaan

Anda menderita maag –atau ‘tukak lambung’ dalam istilah medisnya- jika Anda mengalami luka terbuka di lapisan perut atau bagian atas usus kecil. Itu terjadi ketika asam lambung mengikis lapisan pelindung lendir saluran pencernaan. Anda bisa tidak mengalami gejala, tapi ada juga yang merasakan lambungnya nyeri seperti terbakar.

Ada dua jenis penyakit tukak lambung, yaitu maag dan Ulkus duodenum. Ini muncul di ujung atas usus kecil, organ yang mencerna dan menyerap banyak makanan yang Anda makan.

Gejala yang sering dialami orang saat maagnya melanda adalah kembung, mual yang kadang disertai muntah-muntah dan tidak nafsu makan, pegal-pegal di punggung selama beberapa hari hingga minggu.

Gejala biasanya terjadi 2-3 jam setelah makan atau malam hari saat perut kosong. Maag bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping obat nonsteroidal anti-inflammatory agents seperti aspirin, atau juga mengonsumsi makanan terlalu pedas.  

Artikel terkait: Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

5. GERD

gangguan pencernaan

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan antara mulut dan lambung (kerongkongan). Refluks asam ini dapat mengiritasi lapisan esofagus.

Refluks asam ringan biasanya terjadi dua kali dalam seminggu, sedangkan pada level sedang terjadi setidaknya sekali seminggu, dan jika lebih dari itu bisa disebut sebagai GERD parah.

Beberapa gejala GERD adalah sensasi terbakar di dada yang kadang bergerak ke tenggorokan, mual, ada rasa asam di mulut bagian belakang, kesulitan menelan, batuk kering, sakit tenggorokan, dan rasa ingin memuntahkan makanan atau cairan asam. Dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat ini untuk mengatasi GERD, yaitu antasida H-2 receptor blockers (cimetidine, famotidine, dan ranitidine) dan proton pump inhibitors atau PPIs (lansoprazole dan omeprazole).

Bagi Anda yang kerap mengalami GERD sebaiknya tetap menjaga berat badan ideal, tidak/berhenti merokok, tidak berbaring usai makan, hindari asupan yang memicu naiknya asam lambung naik (susu, cokelat, makanan pedas dan berlemak tinggi, kopi dan alkohol).

6. Gangguan Percernaan yang disebabkan Batu Empedu

gangguan pencernaan

Kantung empedu merupakan organ kecil berbentuk buah pir di sisi kanan perut, tepat di bawah liver. Kantung empedu menampung cairan pencernaan yang disebut empedu yang dilepaskan ke usus kecil Anda dan jika cairan-cairan tersebut mengendap, akan mengeras dan membentuk batu di dalam kantong empedu. Ukuran batu empedu berkisar dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf.

Ada yang dalam kantung empedunya terdapat hanya satu batu empedu, ada juga yang lebih dari itu. Untuk yang ukurannya kecil, tidak akan menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit akan Anda rasakan jika batu empedu berkembang besar.

Di antaranya adalah rasa nyeri di bagian kanan atas perut yang menjalar ke bahu kanan atau tulang belikat, kulit atau bagian putih mata (jaundice) menguning, demam, perut terasa mual dan kadang diserai muntah, feses berwarna tanah liat. Sebaiknya penderita batu empedu melakukan operasi pengangkatan kandung empedu.

7. Gastritis

9 Jenis Gangguan Pencernaan Dilihat dari Penyebab dan Gejala

Gastritis atau radang dinding lambung merupakan peradangan yang terjadi di dinding lambung atau lapisan mukosa lambung. Pada lapisan ini terdapat kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pencernaan yang bernama pepsin. Dan untuk melindungi lapisan mukosa dari kerusakan akibat asam lambung, dinding lambung dilapisi lendir (mukus) yang tebal. Jika mukus rusak, dinding lambung rentan radang.

Gejala yang dirasakan jika Anda mengalami gastritis adalah sulit bernapas, feses hitam bercampur darah, sakit kepala, dan merasa tidak nyaman di bagian perut atas. Penyakit ini bisa disebabkan infeksi bakteri, alergi makanan, alkohol, efek samping obat, atau keracunan. Cara mengobatinya disesuaikan dengan penyebabnya. Jika penyebabnya bakteri, maka diobati dengan antibiotik.

8. Usus Buntu, Salah Satu Jenis Gangguan Pencernaan

9 Jenis Gangguan Pencernaan Dilihat dari Penyebab dan Gejala

Radang usus buntu adalah peradangan atau penyumbatan pada lubang yang menghubungkan usus besar dengan usus buntu. Penyumbatan bisa terjadi karena beberapa hal. Di antaranya penebalan lendir, kemasukan benda keras, bakteri yang menginfeksi dinding usus buntu hingga menyebabkan radang pada usus buntu.

Radang usus buntu biasanya ditandai dengan sakit perut di bagian bawah sebelah kanan tubuh. Anda juga akan mengalami demam yang menunjukkan ada peradangan dan diare atau pendarahan rektal menunjukkan penyebab nyeri usus.

Jika keadaannya sangat darurat biasanya tindakan pembedahan dilakukan untuk memotong usus buntu. Dan untungnya, meski Anda tak lagi memiliki usus buntu, Anda masih bisa hidup dengan layak.

Artikel terkait: Radang usus buntu pada anak bisa disembuhkan tanpa operasi, ini kata dokter

9. Irritable Bowel Syndrome

9 Jenis Gangguan Pencernaan Dilihat dari Penyebab dan Gejala

IBS singkatan dari irritable bowel syndrome adalah kumpulan gejala yang memengaruhi usus besar atau saluran cerna yang menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit perut pada tingkat ekstrem dan bersifat kambuhan. Biasanya dialami oleh perempuan berusia di atas 50 tahun. Pemicunya bisa stres, perubahan hormon (menstruasi), atau mengonsumsi makanan-minuman tertentu.

Gejala yang biasa dirasakan adalah sakit atau kram perut, perut kembung atau bergas, diare, sembelit, atau feses berlendir. Pengobatan IBS merupakan perawatan yang panjang, dan penderitanya bisa mengurangi gejala dengan melakukan diet dan menjalankan pola hidup sehat.

Parents, itulah 9 Jenis gangguan pencernaan yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami beberapa gejala berat seperti yang disebutkan di atas, segeralah periksakan diri Anda ke dokter penyakit dalam. Jangan abaikan gejala lebih lama lagi agar penyakit tidak menjadi serius dan semakin sulit diatasi. Salam sehat!

Artikel telah ditinjau oleh:
dr.Gita PermataSari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

6 Cara Mudah Menjaga Pencernaan Anak Tetap Sehat, Parents Wajib Tahu!

Pentingnya Kesehatan Saluran Cerna Agar Anak Tumbuh Bahagia

2 Macam gangguan pencernaan dan pentingnya perut sehat pada anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *